Selasa, 22 November 2011

Stratifikasi sosial

Stratifikasi sosial adalah pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat (vertikal), yakni pemisahan kedudukan anggota masyarakat ke dalam tingkat-tingkat kelas pada masyarakat.
Menurut Robert MZ. Lawang (dalam Http:// sosionamche. Blogspot. Com) Pelapisan sosilal merupakan penggolongan orang –orang dalam suatu sistam sosial tertentu secara hierarki menurut dimensi kekuasaan, privelese, dan prestise.
Jadi stratifikasi sosial adalah perbedaan yang terjadi baik disengaja atau tidak dalam masyarakat secara vertikal.
Stratifikasi sosial terjadi karena ada sesuatu yang dihargai dalam masyarakat, misalnya: harta, kekayaan, ilmu pengetahuan, kesalehan, keturunan dan lain sebagainya. Stratifikasi sosial akan selalu ada selama dalam masyarakat terdapat sesuatu yang dihargai (Prof. Selo Sormardjan dalam Http:// sosionamche. Blogspot. Com).
Stratifikasi sosial akan menimbulkan kelas sosial, dimana setiap anggota masyarakat akan menempati kelas sosial sesuai dengan kriteri yang mereka miliki. Kelas sosial adalah golongan yang terbentuk karen adanya perbedaan kedudukan tinggi dan rendah, dan karena adanya rasa segolongan dalam kelas tersebut masing-masing, sehingga kelas yang satu dapat dibedakan dari kelas yang lain (Hasan Sadili, dalam Http:// sosionamche. Blogspot. Com).
Adapun stratifikasi sosial pada masyarakat kuno dan modern berbeda karena kriteria sesuatu yang dihargai juga berbeda.

2.2Stratifikasi Sosial pada Masyarakat Kuno
Masyarakat kuno sering disamakan dengan masyarakat pra-industri yang dalam hal ini dilekatkan dengan masyarakat pedesaan. Menurut Riedfeld (dalam Sosiologi 2 untuk SMU), masyarakat kuno (pra-industri) memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1.Agak rendah pengetahuan dan teknologinya
2.Komunitasnya kecil
3.Belum benyak mengenal pembagian kerja dan spesialisasi
4.Masih tidak banyak diferensiasi sosial
5.Tidak banyak heterogenitas
6.Adanya ciri-ciri orde moral, yaitu sebuah prinsip yang mengikat mekanisme masyarakat
Sedangkan stratifikasi sosial yang terjadi pada masyarakat kuno adalah:

2.3Stratifikasi Sosial pada Masyarakat Modern
Masyarakat modern sering disebut dengan masyarakat industri yang juga sering dilekatkan dengan masyarakat kota. Adapun ciri-ciri masyarakat modern adalah sebagai berikut:
1.Hubungan antar manusia didasarkan atas kepentingan pribadi
2.Hubungan dengan masyarakat lain dilakukan secara terbuka dan suasana saling mempengaruhi, kecuali penjelasan penemuan rahasia
3.Kepercayaan pada manfaat IPTEK sebagai sarana untuk senantiasa meningkatkan kesejahteraan masyarakat
4.Masyarakat tergolong pada macam-macam profesi serta keahlian masing-masing
5.Tingkat pendidikan formal yang tinggi dan merata
6.Hukum tertulis secara sangat kompleks
7.Hampir seluruh ekonomi adalah ekomomi pasar ( Selo Soemardjan dalam Sosiologi 2 untuk SMU)
Adapun stratifikasi sosial yang terjadi pada masyarakat modern adalah

2.4Dampak Stratifikasi Sosial pada Kehidupan Masyarakat
Pengaruh atau dampak stratifikasi sosial pada kehidupan masyarakat sangat besar dan berpengaruh. Karena dengan kelas sosial yang ada akan menyediakan masyarakat dengan apa yang mereka butuhkan. Stratifikasi sosial dalam masyarakat digambarkan mengerucut atau seperti piramida, hal ini disebabkan semakin tinggi kelas sosial, semakin sedikit pula jumlah yang menempatinya.
Adapun dampak stratifikasi sosial pada dalam kehidupan masyarakat adalah:
1.Orang yang menduduki kelas sosial yang berbeda akan memiliki kekuasaan, privelese, dan prestise yang bebeda pula, dalam artian akan menciptakan sebuah perbedaan status sosial.
2.Kemungkinan timbulnya proses sosial yang disosiatif berupa persaingan, kontravensi, maupun konflik
3.Penyimpangan perilaku karena kegagalan atau ketidak mampuan mencapai posisi tertentu. Kejahatan tersebut dapat berupa alkoholisme, korupsi, kenakalan remaja dan lain sebagainya
4.Konsentrasi elite status, yaitu pemusatan kedudukan yang penting pada golongan tertentu, misalnya kolusi.

LEMBAGA SOSIAL

Lembaga sosial

1 year ago
Flash Player 9 (or above) is needed to view presentations.
We have detected that you do not have it on your computer. To install it, go here.
×

Lembaga sosial - Presentation Transcript

  1. LEMBAGA SOSIAL
    By. RENNY V. MARBUN
    Renny V.Marbun MAN SAMPIT
  2. LEMBAGA SOSIAL
    Pengertian
    Lembagasosialmerupakansistemnorma yang memilikitujuanuntukmengaturtindakan-tindakanmaupunkegiatananggotamasyarakatdalamkehidupandanuntukmemenuhikebutuhanpokokmanusia.
    • Melaluilembagasosial, anggotamasyarakattidakdapathidupseenaknya, sebabsesuatunyatelahdiaturmenurutnorma-norma yang adadalamlembagatersebut
    Prosesterbentuknyalembagasosial:
    manusiamemilikinaluridasar (basic drive) untukselaluberinteraksi, danuntukmemenuhi
    kebutuhandasar (basic needs) diperlukannormasosial.
    Jikanormasosialsdhmengalamiprosesinternalisasi(mendarahdaging) dlmjiwasetiapanggotamasyarakat, makaakanterciptalembagasosial.
    Renny V.Marbun MAN SAMPIT
  3. 2. Jenis-jenisLembagaSosial
    1. Lembagakeluarga
    Lembagakeluarga, yaitulembaga yang berfungsimemenuhikebutuhankeluargadankekerabatansepertipelamaran, danperkawinan, dsb.
    2. LembagaPendidikan
    Lembagapendidikan, yaitulembaga yang berfungsiuntukmemenuhikebutuhanakanpenerangan, pendidikan, daninformasi agar setiaporangmenjadianggota yang bergunabagimasyarakat.
    3. LembagaPolitik
    Lembagapolitikadalahlembaga yang tujuannyamenyatukankelompokbesarmanusiadalammasyarakatpadasuatunegara.
    4. Lembaga Agama
    Lembaga Agama adalahlembaga yang fungsinyamengaturkehidupanmanusiadalamkaitannyadengankehidupankeagamaan.
    5. LembagaEkonomi
    Lembagaekonomiadalahlembaga yang berfungsiuntukmemenuhikebutuhanhidupmanusiadalamhalmatapercarianhidup, baikdalamhalproduksi, distribusi, dankonsumsi.
    6. LembagaHukum
    Renny V.Marbun MAN SAMPIT
  4. 3. Ciri-ciriLembagaSosial
    MenurutJohn Lewis Gillindan John PilipGillinmenyebutkanciri-ciriumumlembagasosialsbb:
    Lembagasosialmempuyaitingkatkekekalantertentu. Lembagasosialbiasanyaberlangsung lama, karenaorangmenganggapnyasebagaihimpunannorma yang harusdipeliharasebabberhubungandengankebutuhanpokokmasyarakat. Ex. Lembagakeluarga
    b. Lembagasosialmempunyaisatuataubeberapatujuantertentu
    Ex. LembagaPolitik : agar demokrasidptterwujud; lembagaagama=adakedamaianjiwa
    c. LembagaSosialmempunyaiperangkat/alatperlengkapan yang digunakanuntukmencapaitujuantertentu. Ex. 1. LembagaEkonomi: uangsbgalattukar
    2. Lembaga Agama : adaMasjid, gereja, pura, wihara, Alqur’an, sajadah,dll
    3. LembagaPolitik : adabenderapartai, warnaygkhas, dll
    Tugas: SebutkanTujuan, danperlengkapandarilembagaagama, ekonomi, pendidikan, lembagakeluarga, lembagahukum.
    Renny V.Marbun MAN SAMPIT
  5. Lembagasosialmemilikilambangatausimboltertentuuntukmenggambarkantujuandanfungsilembagatersebut.
    Ex. LembagaKeluarga : Cincinlambangtelahadaikatan
    Tugas : Lembagahukum, agama, politik, ekonomiapasajalambangnya?
    Lembagasosialmempunyaitradisitertulismaupuntidaktertulis yang merumuskantujuandantataaturan yang berlaku.
    Ex. Lembagaekonomi : Pembeliadalah raja
    Tugas: sebutkantradisidilembagapendidikan, lembagakeluarga !
    Lembagasosialberbentukorganisasi, polapemikirandanperilaku yang terjuwudmelaluiaktivitaskemasyarakatandanhasil-hasilnya yang terdiriatasadatistiadat, tatakelakuan, kebiasaansertaunsurkebudayaan yang secaralangsungtergabungdalamsuatu unit yang fungsional.
    Ex. Lembagaekonomi= adaorganisasinya
    Renny V.Marbun MAN SAMPIT

Selasa, 15 November 2011

perilaku menyimpang

A)   BENTUK-BENTUK PERILAKU MEYIMPANG

1          Penyimpangan Primer : Penyimpangan yang bersifat temporer atau  
sementara dan hanya menguasai sebagian kecil kehidupan seseorang.
Ciri-ciri penyimpangan primer :
1)      bersifat sementara,
2)      gaya hidupnya tidak didominasi oleh perilaku menyimpang, dan
3)      masyarakat masih mentolerir/menerima.
Contoh penyimpangan primer :
0 Pegawai yang membolos kerja,
0 Siswa yang membolos atau menyontek saat ujian,
0 Mengurangi besarnya pajak pendapatan, dan
0 Pelanggaran peraturan lalu lintas.
2)         Penyimpangan Sekunder : Perbuatan yang dilakukan secara khas dengan
memperlihatkan perilaku menyimpang. Sehingga akibatnya juga cukup parah serta mengganggu orang lain.
            Ciri-ciri penyimpangan sekunder :
1)      gaya hidupnya didominasi oleh perilaku menyimpang, dan
2)      masyarakat tidak bisa mentolerir perilaku menyimpang tersebut.
Contoh penyimpangan sekunder :
0 pembunuhan, perjudian, perampokan, dan pemerkosaan.
3)         Penyimpangan Individu : Penyimpangan yang dilakukan oleh seorang individu dengan melakukan tindakan-tindakan yang menyimpang dari norma-norma yang berlaku dalam kehidupan masyarakat. Orang seperti itu biasanya mempunyai penyakit mental sehingga tidak dapat mengendalikan dirinya.
Penyimpangan perilaku yang bersifat individual sesuai dengan kadar penyimpangannya :
a)      Pembandel, yaitu penyimpangan karena tidak patuh pada nasihat orang tua agar mengubah pendiriannya yang kurang baik.
b)      Pembangkang, yaitu penyimpangan karena tidak taat pada peringatan orang-orang.
c)      Pelanggar, yaitu penyimpangan karena melanggar norma-norma yang berlaku.
d)     Perusuh atau penjahat, yaitu penyimpangan karena mengabaikan norma-norma umum sehingga menimbulkan kerugian harta benda atau jiwa di lingkungannya.
e)     Munafik, yaitu penyimpangan karena tidak menepati janji, berkata bohong, berkhianat, dan berlagak membela.
Contoh :
0 Pencurian yang dilakukan sendiri.
0 Seorang anak, dari beberapa saudara, ingin menguasai harta peninggalan orang  
tuanya. Ia mengabaikan saudara-saudaranya yang lain. Ia menolak norma-norma pembagian warisan menurut adaptasi masyarakat maupun menurut norma agama. Ia menjual semua peninggalan harta orangtuanya untuk kepentingan diri sendiri.
4)         Penyimpangan Kelompok : Penyimpangan yang dilakukan secara berkelompok dengan melakukan tindakan-tindakan yang menyimpang dari norma-norma masyarakat yang berlaku. Pada umumnya, penyimpangan kelompok terjadi dalam subkebudayaan yang menyimpang yang ada dalam masyarakat.  
   Contoh :
            0 Geng kejahatan atau mafia.
5)         Penyimpangan Situsional : Disebabkan oleh pengaruh bermacam-macam kekuatan situsional/social di luar individu dan memaksa individu tersebut untuk berbuat menyimpang.
            Contoh :
            0 seorang suami yang terpaksa mencuri karena melihat anak dan istrinya kelaparan.
6)         Penyimpangan Sistematik : Suatu system tingkah laku yang disertai organisasi social khusus, status formal, peranan-peranan, nilai-nilai norma-norma, dan moral tertentu yang semuanya berbeda dengan situasi umum. Segala pikiran dan perbuatan yang menyimpang itu kemudian dibenarkan oleh semua anggota kelompok.
7)         Penyimpangan Campuran ( Mixture of Both Deviation) : gabungan
            antara individu dan kelompok. Pada awalnya, seorang individu yang memiliki semacam kekuatan yang besar, kemudian memengaruhi beberapa orang untuk melakukan penyimpangan-penyimpangan yang bersifat kelompok.






B)   Sifat-Sifat Perilaku Menyimpang
a)      Penyimpangan Positif : Penyimpangan yang mempunyai dampak positif karena mengandung unsure inovatif, kreatif, dan memperkaya alternative. Merupakan penyimpangan yang terarah pada nilai-nilai social yang didambakan, meskipun cara yang dilakukan tampaknya menyimpang dari norma yang berlaku.
Contoh : seorang ibu rumah tangga terpaksa harus menjadi sopir taksi karena desakan ekonomi.
b)      Penyimpangan Negatif : Penyimpangan yang cenderung bertindak ke arah   
      nilai-nilai social yang dipandang rendah dan berakibat buruk. Dalam  
      penyimpangan ini, tindakan yang dilakukan akan dicela oleh masyarakat dan
      pelakunya tidak dapat ditolerir oleh masyarakat.                        
      Contoh : pembunuhan dan pemerkosaan.

Selasa, 01 November 2011

Pengertian Perubahan sosial

KumpulBlogger.com

Pengertian Perubahan sosial

Perubahan sosial merupakan fenomena yang wajar dalam kehidupan bermasyarakat. Hal ini dikarenakan setiap manusia mempunyai kepentingan yang tidak terbatas. Untuk mencapainya, manusia melakukan berbagai perubahan-perubahan. Perubahan tidak hanya semata-mata berarti suatu kemajuan, namun dapat pula berarti suatu kemunduran.

Secara umum, unsur-unsur kemasyarakatan yang mengalami perubahan antara lain nilai-nilai sosial, norma-norma sosial, pola-pola perilaku, organisasi sosial, lembaga-lembaga kemasyarakatan, stratifikasi sosial, kekuasaan, tanggung jawab, kepemimpinan, dan sebagainya, kesemua perubahan ini dinamakan perubahan sosial.Beberapa ahli sosial berusaha mendefinisikan pengertian perubahan sosial sebagai berikut.

1.Selo Soemardjan
Perubahan sosial merupakan perubahan-perubahan yang terjadi pada lembaga-lembaga kemasyarakatan dalam suatu masyarakat yang memengaruhi sistem sosialnya, termasuk nilai, sikap-sikap sosial, dan pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat

2.Mac Iver

Perubahan sosial adalah perubahan-perubahan yang terjadi dalam hubungan (social relation), atau perubahan terhadap keseimbangan hubungan social

3.Gillin dan Gillin

Perubahan sosial adalah perubahan yang terjadi sebagai suatu variasi dari cara hidup yang telah diterima karena adanya perubahan kondisi geografi, kebudayaan material, komposisi penduduk, ideologi, maupun adanya difusi atau penemuan penemuan baru dalam masyarakat.


4.Kingsley David

Perubahan sosial merupakan perubahan-perubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat.

5.William F. Ogburn

Perubahan sosial adalah perubahan yang mencakup unsur-unsur kebudayaan baik material maupun immaterial yang menekankan adanya pengaruh besar dari unsur-unsur kebudayaan material terhadap unsur-unsur immaterial.
Dapat disimpulkan bahwa perubahan sosial adalah perubahan yang berkenaan dengan kehidupan masyarakat yang termasuk perubahan sistem nilai dan norma sosial, sistem pelapisan sosial, struktur sosial, proses-proses sosial, pola dan tindakan sosial warga masyarakat serta lembaga-lembaga kemasyarakatan